Pengertian Riset Pemasaran
Untuk memahami riset pemasaran, maka kita perlu memahami makna “Riset Marketing”. Dalam buku yang berjudul “Marketing Research”,Ā Alvin C. Burns, Ann Veeck, dan Ronald F. Bush memberikan definisi yang sangat jelas. Mereka mengungkapkan bahwa riset pemasaran adalah proses merancang, mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah pemasaran tertentu. Dengan demikian, riset pemasaran didefinisikan sebagai proses yang melaporkan informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah pemasaran, seperti menentukan harga atau mengidentifikasi media iklan yang paling efektif.
Fokusnya kemudian adalah pada proses yang menghasilkan informasi yang akan digunakan untuk membuat keputusan. Perhatikan juga bahwa definisi kami merujuk pada informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah pemasaran tertentu. Jadi, mereka menekankan pentingnya spesifikasi nanti di bab ini. Definisi kami bukanlah satu-satunya definisi riset pemasaran.
Asosiasi Pemasaran Amerika (AMA) membentuk sebuah komite beberapa tahun yang lalu untuk menetapkan definisi riset pemasaran: Riset pemasaran adalah fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan masyarakat kepada pemasar melalui informasiāinformasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan peluang dan masalah pemasaran; menghasilkan, menyempurnakan, dan mengevaluasi tindakan pemasaran; memantau kinerja pemasaran; dan meningkatkan pemahaman tentang pemasaran sebagai sebuah proses.
Definisi AMA menyatakan bahwa fungsi riset pemasaran adalah menghubungkan konsumen dengan pemasar dengan menyediakan informasi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan pemasaran. Perlu dicatat bahwa definisi AMA membedakan antara konsumen dan pelanggan. Komite bermaksud membedakan antara konsumen ritel (atau B2C) dan bisnis (atau B2B). Beberapa orang percaya bahwa memiliki hubungan dengan konsumen melalui riset pemasaran lebih penting hari ini daripada sebelumnya. Memiliki hubungan dengan konsumen sangat penting jika perusahaan ingin memberikan nilai yang mereka harapkan di pasar. Berkat globalisasi, belanja online, dan media sosial, konsumen saat ini memiliki lebih banyak pilihan, lebih banyak informasi, dan lebih banyak kekuatan untuk berbicara dengan orang lain di pasar daripada sebelumnya.