Sudah Punya 15 Program Double Degree, FEM IPB University Kembangkan Kerja Sama dengan NUS

0
ipb

Persaingan global menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman dan jejaring internasional. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University terus mempercepat langkah internasionalisasi, antara lain melalui pengembangan program double degree dengan berbagai universitas dunia.

Salah satu kerja sama yang tengah dikembangkan adalah dengan National University of Singapore (NUS). Dekan FEM IPB University, Prof Irfan Syauqi Beik, menyampaikan bahwa saat ini proses kerja sama tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

“Saat ini sudah ada 15 program double degree untuk S2, dan kami masih dalam proses pengembangan dengan beberapa universitas lain. Salah satunya dengan National University of Singapore yang saat ini prosesnya sudah sekitar 70 persen,” ujarnya, seperti dilaporkan laman IPB.

Selain dengan NUS, FEM juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Turki. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperluas akses mahasiswa terhadap pendidikan berstandar global.

Di sisi lain, FEM juga telah membuka kelas internasional sejak 2024 yang kini memasuki angkatan ketiga. Program ini mulai menarik minat mahasiswa asing, di antaranya mahasiswa asal Afghanistan, sekaligus memperkuat atmosfer akademik yang lebih beragam.

Program internasionalisasi juga diperkuat melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Internasional. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 2024 dan 2025 bekerja sama dengan mitra di Malaysia dan Thailand, dengan sekitar 50 mahasiswa setiap tahun mengikuti program selama 28 hari di luar negeri.

Tak hanya itu, FEM juga terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pengembangan fasilitas akademik. Di antaranya Galeri Investasi yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, serta rencana penyelenggaraan Sekolah Pasar Modal untuk dosen dan tenaga kependidikan guna meningkatkan literasi investasi.

Tren Positif
Dari sisi akademik, kinerja dosen juga menunjukkan tren positif. Rata-rata publikasi meningkat dari 0,4 menjadi 0,8 per dosen dalam dua tahun terakhir. Peningkatan ini turut berkontribusi pada posisi FEM dalam QS World University Rankings by Subject: Economics & Econometrics, yang berada pada peringkat 350–400 dunia.

Ke depan, Prof Irfan menargetkan penguatan internasionalisasi, peningkatan riset berdampak, serta pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin FEM menjadi referensi nasional dan juga di tingkat internasional dalam pengembangan ekonomi dan manajemen, serta berkontribusi dalam perumusan kebijakan bagi pembangunan bangsa,” tutup Prof Irfan.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *